Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jelajah Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Taman Laut Terbesar di Indonesia

Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Jelajah Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Taman Laut Terbesar di Indonesia – Jika menyebutkan taman nasional, yang terbayang adalah kawasan daratan luas yang di huni berbagai flora dan fauna khasse tempat. Akan tetapi, jika Anda berkunjung ke Papua maka Anda akan menemukan taman nasional yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan. Di mana lagi tempatnya jika bukan di Teluk Cendrawasih.

Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional yang berada di bawah pengelolaan Kementrian Kehutanan. Taman nasional ini didirikan pada 2002 lalu dan dikenal sebagai konservasi laut terluas dan terbesar di Indonesia. Kawasan taman nasional ini meliputi lima pulau, yaitu pulau Mioswaar, Nusrowi, Roon, Rumberpondan Yoop. Lalu, apa saja yang menarik di taman lautan terbesar di Indonesia ini?

Spot Diving dan Snorkeling dengan Flora dan Fauna Beragam

Papua memang kaya akan spot diving dan snorkeling, salah satunya bisa Anda temui di Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Dengan melakukan dua kegiatan tersebut Anda bisa dengan puas menikmati berbagai flora dan fauna laut yang beragam. Setidaknya, ada kurang lebih 150 jenis terumbu karang yang terbagi kedalam dua zona, zona rataan terumbu (flat reef) dan zona lereng terumbu (slope reef).

Lebih spesifiknya, terumbu karang yang ada di Teluk Cendrawasih terbagi kedalam koloni kerang biru (helioporacoerulea), koloni kerang hitam (Antiphates sp.), serta karang lunak. Bukan hanya ada terumbu karang saja, Anda juga bisa menemukan hingga sekitar 196 jenis moluska, di antaranya adalah keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.) dan lain sebagainya.

Jangan lupakan juga berbagai hewan laut yang sangat beragam di mana variannya mencapai 209 jenis ikan. Di antara ratusan ikan tersebut, Anda bisa bertemu dengan salah satu hewan terbesar di dunia yaitu hiu paus atau whale shark  yang berbintik atau dikenal dengan sebutan Rhincodon Typus. Hiu paus ini memang bukan hewan asli melainkan hewan imigrasi  yang bisa tumbuh hingga 18 meter dan termasuk pada spesies kuno.

Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Hiu Paus bawah laut Taman Nasional Teluk Cenderawasih


Ketika Anda snorkeling atau diving, selain bisa melihat ikan-ikan besar, Anda juga bisa melihat beragam ikan kecil yang berwarna warni. Beberapa jenis ikan kecil yang bisa ditemui di Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah angel fishbutterfly fishdamsel fishparrot fish dan banyak lagi. Tidak lupa ada empat jenis penyu yang sering bermain di perairan dan mendarat di pesisir pantai teluk seperti penyu sisik dan penyu hijau.

Keindahan dan Pesona Permukaan Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Meskipun 89,8% wilayah Teluk Cendrawasih adalah perairan laut bukan berarti daerah permukaannya kalah indah dan menawan dari lautannya. Pulau-pulau yang termasuk kawasan taman nasional ini bisa di kunjungi dan di jelajahi. Misalnya saja di Pulau Mioswaar, dimana terdapat gua  yang memiliki sumber air panas yang memiliki kandungan belerang tanpa kadar garam.

Gua yang terdapat di Pulau Mioswaar ini merupakan peninggalan zaman kuno yang bersejarah karena di dalamnya terdapat kerangka leluhur etnik Wandau. Tercatat bahwa itu adalah orang yang pertama kali datang kepulau tersebut. Ternyata, di samping gua di atas permukaan Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Anda bisa menemukan gua di bawah laut dengan kedalaman 100 kaki.

Mengenai peninggalan bersejarah, selain kerangka manusia, Anda bisa melihat berbagai peralatan sehari-hari seperti sendok, gelas, piring antic dan juga peti-peti dengan ukiran khas peninggalan zaman dulu. Salah satu benda yang paling bersejarah adalah kitab Injil terbitan tahun 1898 yang sampai saat ini masih tersimpan rapi di sebuah gereja tua.

Lalu, bagaimana dengan cendrawasih, hewan khas dan menjadi nama dari taman nasional ini? Apakah bisa di temukan di Teluk Cendrawasih? Tentu saja, ketika Anda mengunjungi taman nasional ini bisa menemukan hewan kebanggaan pulau Papua. Kunjungi Desa Kwati sore untuk bisa melihat burung cantik ini dan lakukan pendakian selama 30 menit keatas bukit untuk melihat burung tersebut menari dan bermain.

Supaya menangkap momen yang tepat, datanglah kekawasan burung cendrawasih di pagi dan sore hari. Ketika mengamati burung tersebut usahakan tidak berisik atau gaduh supaya cendrawasih masih bisa tetap bertingkah seperti biasa. Jangan rusak kesempatan langka mengunjungi Taman  Nasional Teluk Cendrawasih rusak hanya karena keributan yang tidak perlu.

Cara Mencapai Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Untuk bisa sampai ke taman nasional bisa menggunakan jalur, udara, laut dan darat. Menggunakan jalur udara maka harus terbangke Biak, lanjutkan penerbangan dengan pesawat ke Nabire atau Manokwari. Jika menggunakan jalur laut maka bisa langsung naik kapal laut yang menuju ke Nabire atau Manokwari lalu lanjutkan dengan long  boat ke Pulau Rumberpon yang termasuk kawasan taman nasional kurang lebih 5 jam.

Sedangkan untuk jalur darat ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih hanya tersedia dari Manokwari menuju kota kecamatan Ransiki menggunakan mobil selama tiga jam. Perjalanan di lanjutkan dengan motor boat kurang lebih selama 2,5 jam. Perjalanan panjang ini bisa terbayarkan dengan pemandangannya yang indah.


Tidak hanya Taman Nasional Teluk Cenderawasih mata anda dapat di manjakan dengan berbagai tempat wisata alam yang dapat anda jumpai di pulau Papua seperti tempat wisata Raja Ampat, berbagai pantai indah di Jayapura serta masih banyak lainnya. 

Post a Comment for "Jelajah Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Taman Laut Terbesar di Indonesia"

Berlangganan via Email