Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karamo, Aktivitas Menari Orang Saveri yang Mengagumkan

aktivitas menari orang saveri di papua
aktivitas menari orang saveri yang mengagumkan


Aktivitas menari orang Saveri bernama Karamo merupakan salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Papua. Siapa bilang jika Papua hanya memiliki alam yang indah dan mengagumkan? Berkunjung di Papua berarti Anda telah berkunjung di tempat yang menyimpan banyak tradisi nenek moyang hinggas ekarang.

Bukan rahasia umum jika kehidupan di Papua masih sangat berpegang teguh pada kebudayaan nenek moyang zaman dahulu. Bahkan, masih banyak tradisi dan kebiasaan nenek moyang yang masih di lakukan di zaman yang sudah serba modern sekarang ini. Justru hal inilah yang menjadi keunikan dari Papua.

Mempelajari tentang Papua, maka Anda juga akan belajar tentang berbagai tradisi yang ada di dalamnya. Rasanya setiap aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Papua tidak jauh dari kebudayaan yang ada, mulai dari penyambutan tamu, pernikahan, pemakaman, kelahiran bayi dan masih banyak lagi kebudayaan yang terikat kehidupan.

Membahas semua budaya yang masih dilestarikan oleh Papua rasanya tidak cukup hanya dengan satu artikel saja. Untuk itu, kami akan mengenalkan salah satu budaya Papua yang masih berlangsung sampai sekarang dan menarik untuk di ulas bersama. Tradisi tersebut bernama Karamo, yang merupakan aktivitas menari orang Saveri.

Apa yang Dimaksud Karamo?

Sebelum melangkah lebih jauh tentang Karamo, ada baiknya jika kita memahami maksud dari kata Karamo yang di ambil dari bahasa Isiwara, Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan nama tarian yang di lakukan oleh masyarakat Saveri atau Isiwara dalam kondisi dan situasi tertentu.

Biasanya, aktivitas menari orang Saveri ini dilakukan sebagai wujud kegembiraan, kebanggaan atas suatu tahapan prestasi budaya, hingga ungkapan rasa syukur masyarakat Saveri. Karamo pernah dilaksanakan saat memindahkan tulang-belulang leluhur yang sudah meninggal, saat membawa anak turun tanah dan masih banyak situasi lain di lakukannya Karamo.

Jika istilah Karamo digunakan untuk menggambarkan aktivitas menari, sedangkan untuk lagu-lagu yang dikarang oleh orang Saveri disebut dengan istilah Karame. Lagu-lagu tersebut bisa mengandung beberapa makna, seperti berisikan pantun dan syair sindiran, menceritakan kekayaan alam, syairkisah came, hingga menceritakan kisah yang dialami orang Saveri.

Tidak heran jika sudah banyak lagu Karame yang diciptakan oleh orang Saveri. Jadi, setiap aktivitas menari orang Saveri menggunakan lagu yang berbeda-beda, tergantung dengan tujuan acara. Pemilihan lagu akan disesuaikan dengan tujuan acara sehingga festival ini akan berlangsung lebih menarik, apalagi bagi orang luar.

Baca Juga: Bagimana cara bakar batu di Papua

Proses Pelaksanaan Karamo

Setelah mengetahui apa itu tradisi Karamo yang dilakukan oleh orang Saveri, saatnya Anda mempelajari tentang proses pelaksanaan tradisi tersebut. Tarian ini dilakukan dengan formasi dua pihak yang saling berhadapan, tapi ini bukanlah kompetisi, melainkan ajang untuk memamerkan prestasi hingga mendapatkan pujian dari kemampuan menari tersebut.

Bersyukur dalam hidup dan merayakannya secara nyata merupakan nilai budaya yang terkandung di dalam tarian tersebut. Diharapkan, tarian ini mampu menciptakan keyakinan terhadap masa depan yang lebih baik. Prinsipnya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, begitu juga dengan hari esok.

Aktivitas menari orang Saveri ini memiliki beberapa gerakan dasar yang dilakukan, seperti memukul tifa, memegang panah, hingga melangkah dengan sedikit lompatan. Tarian ini memiliki gerakan maju mundur sesuai irama lagu sebagai gerakan utama tarian. Selain itu, penari juga akan memainkan pucuk nibun.

Gerakan tersebut ternyata tidak hanya digunakan pada tarian Karamo, melainkan juga tarian tradisional bernama Came. Hal ini disebabkan kedua tarian tersebut berasal dari satu kisah yang sama dimana raksasa perempuan yang diyakini oleh orang Saveri sebagai pencipta tarian came dan Karamo.

Fungsi dari Tradisi Karamo

Karamo ternyata bukan hanya sekadar tarian saja, melainkan juga memiliki fungsi lain yang masih diyakini oleh orang Saveri. Berikut ini akan kami ulas secara lengkap mengenai beberapa fungsi dari tarian Karamo. Fungsi aktivitas menari orang Saveri yang pertama adalah arena untuk cari jodoh.

Saat pelaksanaan Karamo, seorang anak laki-laki maupun perempuan biasanya memperhatikan penari yang masih sendiri, baik sikap, tingkat laku hingga kelincahannya dalam menarikan Karamo. Dari situlah, mereka mengetahui bagaimana karakter penari tersebut dan sering kali mereka yang melihatnya merasa tertarik sehingga bisa menjadi awal mendapatkan jodoh.

Fungsi kedua dari tarian Karamo adalah mendapatkan kebahagiaan. Lagu yang di gunakan dalam tarian ini merupakan ekspresi perasaan atau menggambarkan alam yang indah. Misalnya ada sepasang kekasih yang terpaksa berpisah hingga membuat sang pria merasa sedih, namun dengan tarian ini, sang pria tidak lagi sedih.

Fungsi Karamo berikutnya adalah sebagai arena interaksi semua orang, baik anak kecil, pemuda, orang dewasa hingga orang tua. Mereka berinteraksi dengan warga desa lain yang juga mempunyai etnis berbeda. Jadi, tarian ini juga mengandung nilai kekeluargaan, nilai kesopanan hingga nilai religiusitas.

Mempelajari tradisi kebudayaan Papua, khususnya orang Saveri, menarik bukan? Selain tarian Karamo yang menakjubkan, Anda akan menemukan banyak tradisi Papua yang masih dilakukan hingga sekarang. Anda juga bisa belajar dari aktivitas menari orang Saveri agar semakin memahami budaya yang satu ini.

Post a Comment for "Karamo, Aktivitas Menari Orang Saveri yang Mengagumkan"

Berlangganan via Email