Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna dan Nilai dari Noken Anggrek



Bagi anda yang sudah lama di Papua noken bukanlah suatu sebutan asing lagi tetapi bagi mereka yang tidak pernah berkunjung atau menginjakkan kakinya di Papua ataupun tidak pernah berkenalan dengan orang yang asalnya dari bumi cenderawasih ini tentu saja tidak mengenal namanya noken. 

Noken adalah tas asal orang Papua yang biasanya di gunakan untuk mengisi kebutuhan harian para pemiliknya, noken dapat di bedahkan berdasarkan fungsinya, bahan dasar pembuatannya dan tentunya juga berdasarkan asal daerahnya sebab di seluruh daerah Papua memilliki cirri khas nokennya sendiri berdasarkan sukunya, namun yang akan di jelaskan disini adalah tentang noken Anggrek yang berasal dari daerah suku Mee.

Anda dapat mengenal langsung dari namanya saja terbuat dari bahan apa noken anggrek itu, Noken yang biasanya terlihat kuning keemas-emasan ini terbuat dari bahan tumbuhan anggrek, bayangkan betapa kreatifnya mereka dapat merajut kulit dari tumbuhan anggrek menjadi sebuah noken.

Pada akhir-akhir ini noken anggrek telah di jual secara bebas sehinga dapat di beli serta di gunakan oleh siapa saja, namun ada beberapa hal yang anda perlu ketahui di balik noken ini yang tidak di ketahui orang pada umumnya selain dari suku MEE itu sendiri, bagi masyarakat yang ada di daerah pedalaman Meeuwo pada waktu yang lampau tidak di gunakan maupun di perjual-belikan secara sembarang noken ini sebab bagi orang suku Mee Noken anggrek melambangkan kekayaan dan kehormatan sehinga tidak mudah secara bebas di perdagangkan, orang yang dapat menggunakan noken anggrek ini adalah bagi orang yang terhormat dan memiliki kekayaan yang banyak.

Noken lainnya yang asal dari suku MEE dapat di gunakan sesuai dengan fungsinya oleh berbagai orang entah tua, mudah, perempuan, laki-laki, orang kaya maupun miskin namun noken anggrek tidaklah demikian.

Noken Anggrek dalam bahasan MEE ialah “Bituagiya” dan noken ini melambangkan kekayaan dan kehormatan sesuai dengan warna keemas-emasannya. noken yang biasanya di sebut saja dengan “bitu” ini tidak dapat di buat oleh sembarang orang, tentu saja untuk noken pada umumnya yang ada di daerah suku MEE dapat di buat oleh siapa saja dan kapanpun tetapi noken anggrek ini tidak sebebas itu sebab hanya dapat di buat oleh beberapa orang tertentu yang telah di percaya dapat mengubah tumbuhan anggrek menjadi noken yang unik dari lainnya, satu hal lagi yang anda perlu ketahui yaitu noken anggrek ini dapat di rajut hanya oleh laki-laki dan dapat di gunakan hanya oleh laki-laki.

Dengan perkembangan budaya modern suku MEE yang berada di perkotaan bahkan kampung tidak lagi memperdulikan budaya noken anggrek itu sendiri sehinga telah di jual secara bebas kepada siapa saja dan dapat di gunakan oleh siapapun tanpa di batasi usia, namun nilai dari pada noken anggrek itu sendiri masih di jaga, sehinga pada umumnya di kalangan suku pemeluknya ini jarang sekali di pergunakan secara sembarang orang, bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan noken anggrek, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyatakan jangan pergunakan noken anggrek namun ini sebagai bagian dari berbagi pengetahuan tentang noken anggrek yang sering anda gunakan untuk mengisi keperluan harian jadi jika anda menggunakan noken anggrek berarti anda orang terhormat jadi bersyukurlah.  

Bagi anda yang bukan berasal dari suku MEE akan heran ketika anda menanya berapa harga noken anggrek kepada para penjual dan mengetahui harganya dapat mencapai 5 juta, sebab harga dari pada noken yang terlihat kecil itu tidak di lihat dari ukurannya namun di jual berdasarkan nilai dan makna yang terkandung dari noken anggrek itu sendiri, sehinga dapat di katakan ketika anda membeli bituagiya ini menunjukkan bahwa anda orang yang memiliki kekayaan banyak dan terhormat oleh masyarakat dari suke MEE.     


  



Post a Comment for "Makna dan Nilai dari Noken Anggrek"

Berlangganan via Email